Jumat, 12 April 2013

bahagia dengan cara mengkondisikan lingkungan

 BAHAGIA ITU MUDAH

Riuhnya suasana kota malam itu (20/3) dapat dirasakan di salah satu kawasan yang bisa dikatakan tempat favorit hampir seluruh warga Jogja dan wisatawan yang berkunjung ke kota Gudeg ini. Nol Km ya itulah sebutan untuk tempat yang satu ini yang selalu ramai tak hanya dikala siang, namun tetap ramai hingga pagi menjelang.
Tak pernah membosankan walau hanya untuk sekedar duduk atau berjalan diseputar titik nol Km ini, lebih mempesona dibanding suatu pertunjukan sei bagi saya. Disini, saya tidak perlu merogoh kocek begitu dalam untuk mendapatkan kenyamanan yang saya inginkan. Cukup dengan mencari salah satu sudut tempat yang bisa saya tempati untuk duduk, dan saya pun mulai mendapatkan berbagai hiburan gratis. Mulai dari para musisi jalanan yang silih berganti berdatangan menjajakan suara dan kemampuannya untuk mendapatkan kepingan Rupiah dari para wisatawan dan warga yang berada di kawasan ini, aksi para komunitas sepatu roda di depan benteng Vredeburg, serta dandanan orang-orang yang menarik perhatian dengan busana ataupun pernak pernik yang menarik mata.
Begitu banyak orang yang datang untuk mencari hiburan atau sekedar bersantai di tempat ini, tetapi sebagian juga tak kenal lelah untuk tetap bekerja, memanfaatkan setiap detik yang ada untuk mengumpulkan Rupiah demi kelangsungan hidupnya. Ada beberapa penjual minuman keliling yang berjalan menghampiri para wisatawan dan warga yang sedang bersantai, ada pula penjual penganan ringan lainnya. Dimana lagi mendapat pelayanan super meriah dan murah seperti ini? Nol Km, ya kawasan yang begitu riuh dengan kendaraan yang berlalu lalang dan berbagai orang yang datang dengan tujuan yang beraneka ragam.
Di lain sisi, suatu sudut yang mengundang tanda tanya adalah di depan Istana Kepresidenan Gedung Agung. Di tempat itu tak kalah ramainya dengan lokasi di depan benteng Vredeburg yang selalu dimanfaatkan untuk pertunjukan seni atau aksi dari berbagai kelompok olahraga untuk menghibur pengunjung. Di depan Gedung Agung ini, pernah ada toilet umum yang kini sudah dipindahkan disamping benteng Vredeburg. Walau sudah berpindah, namun jejak toilet umum in masih terlukis jelas, aroma kurang sedap khas toilet umum masih tercium jelas jika kita melewati Gedung Agung ini. Namun, aroma yang kurang sedap ini sepertinya tidak menjadi gangguan bagi sebagian besar orang yang memilih untuk duduk dan menghabiskan waktu menikmati suasana malam ini, sebab mereka begitu nyaman dan tertawa ceria bercanda dengan sesama pengunjung lainnya. Bau yang kurang sedap itu tidak menjadi penghalang untuk menikmati berbagai kenyamanan lainnya yang ditawarkan Nol Km ini.
Kenyamanan dan kebahagiaan itu ternyata relatif, tidak ada suatu standar pasti untuk menentukannya. Mereka yang bisa tertawa bahagia disini dengan hiburan yang sederhana, mungkin tidak akan dirasakan sama oleh mereka yang tidak terbiasa dengan suasana seperti ini. semua kembali pada pribadi masing-masing bagaimana kita menentukan standar kenyamanan dan kebahagiaan kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar